Rabu, 09 Maret 2011

Perspektif Filsafat Pendidikan Herbart

Perspektif Filsafat Pendidikan Herbart

(Oleh: Koko Istya Temorubun, SS)

Pendahuluan

Pendidikan merupakan salah satu bidang kehidupan manusia yang bertujuan untuk memanusiakan manusia. Karena esensi pendidikan adalah memanusiakan manusia, maka muncul pertanyaan: Pendidikan macam apakah yang diidealkan? Apakah pendidikan itu sendiri telah memanusiakan manusia? Bagaimana dengan sistem dan proses pendidikan itu sendiri? Apakah pendidikan itu sendiri dapat menghantar manusia untuk menentukan dirinya sendiri secara bebas dan bertanggunjawab?

Dalam rangka menjawab pertanyaan-pentanyaan di atas kami akan mengangkat pemikiran Johann Frederich Herbart (1776-1841) terutama tentang pendidikan (selain konsepnya tentang manusia) untuk mendasari pemahaman tentang pendidikan sekaligus kritik/refleksi filosofis atasnya.

1. Konsep Pemikiran Johann Frederich Herbart

1.1. Konsep tentang Manusia

Penekanan yang diberikan oleh Herbart dalam pembicaraannya tentang manusia adalah aktifitas rasional (ide-ide manusia) yang secara kodrati telah dimiliki oleh setiap orang. Karena ide-ide merupakan kekuatan yang mendasari diri setiap orang, maka ide-ide itulah yang mendasari manusia untuk dapat berpikir dan bertindak.

Dalam konteks moral, Herbart memperlihatkan lima relasi yang berasal dari kehendak baik, yang menjadi ide fundamental dari moral, yakni: kebebasan dari dalam (inner freedom), kesempurnaan relasi, kebajikan/perbuatan baik, ide tentang moral dan ide tentang keadilan/kewajaran. Kelima korespondensi ini memperlihatkan satu kesatuan saat seseorang hendak menghasilkan suatu putusan dan tindakan moral.

1.2. Konsep tentang Pendidikan

Herbart meletakan dasar metode pendidikannya atas suatu pemahaman dari proses mental atau perhatian psikologi. Menurutnya, psikologi dan filsafat moral merupakan suatu mata rantai yang saling berhubungan. Herbart mendesak agar dalam pendidikan, seluruh bagian dari kurikulum harus terbuka terhadap suatu penyatuan dan bisa berelasi dengan subyek-subyek didik. Perlu penyaluran perkembangan psikologi pribadi (revolusi kultur manusia) dari kehidupan primitif yang tidak beradab menuju ke yang beradab. Maka tujuan utama dari pendidikan adalah membangun karakter subyek didik.

Herbart menekankan pendidikan dengan didasarkan pada filsafat dan pengalaman. Dalam pandangannya ia mengatakan bahwa untuk memahami kenyataan hidup perlu ada filsafat dan teori-teori pendidikan. Teori pendidikan bukan hanya menunjuk pada sekolah dasar saja tetapi juga pada pendidikan secara keseluruhan.

1.2.1. Hakikat Pendidikan

Adapun mengajar ide-ide materi memberi latihan kepada seseorang untuk membangun perasaan dan keingintahuannya merupakan bagian dari pembentukan personalitas. Hal ini harus diajarkan oleh guru. Siswa yang mendapat ide baru bukan hanya melulu ditentukan oleh materi-materi dari luar melainkan juga harus mampu mengorganisasikan ide tersebut. Karena itu, pendidikan tidak hanya mencerdaskan seseorang tetapi juga mengupayakan pembentukan personalitas orang tersebut. Di sana akan tampak adanya usaha pembentukan karakter seseorang. Dan jika dibangun komunikasi dengan orang lain, akan terjadi pembentukan persepsi demi penyempurnaan kehendak, karakter dan pendewasaan hidup.

1.2.2. Kurikulum Inti

Bagi Herbart manusia lebih muda didekati dari segi pengetahuan ketimbang segi moral. Yang terpenting baginya adalah instruksi. Dibutuhkan instruksi pendidikan yang tergantung pada sistem partikal. Dalam hal ini ada tiga faktor, yakni intensitas, urutan dan unifikasi dari upaya-upaya intelektual. Artinya bahwa sebelum tahap pengetahuan yang terbentuk dalam efek berawal dari ketertarikan. Ketertarikan berarti pikiran menyerap fakta-fakta dan dan proses itu termasuk suatu aktifitas personal. Selain itu, ketertarikan itu berarti bukan hanya tertarik pada subyek partikular tetapi banyak efek lain yang melampaui subyek itu. Ketertarikan menunjuk pada aktifitas pribadi. Ada dua macam ketertarikan: ketertarikan pengatahuan dan ketertarikan etika. Ketertarikan pengetahuan sifatnya empirik (tertarik pada fakta-fakta yang didatangkan dari rasa ingin tahu yang dalam akan botany). Spekulatif (tertarik pada hukum-hukum umum dan logika), dan estatis (tertarik pada kontemplasi dan hal-hal yang menarik, indah). Sedangkan ketertarikan etika sifatnya simpatik (tertarik kepada seseorang yang sifatnya pribadi), sosial (tertarik pada kehidupan nasional, terutama dalam kehidupan berorganisasi), dan religius (tertarik pada Yang Ilahi). Adapun pengklasifikasian tersebut terdapat dapat di bagi ke dalam 2 kelompok sebagaimana terdapat di bawah ini:

1. Ilmu Sejarah, yang terdiri dari sejarah dan bahasa.
2. Ilmu pengetahuan, yang terdiri dari studi tentang alam, geografi dan matematika.

Baginya, kurikulum tersebut memberikan efek samping, diantaranya dapat mendatangkan fondasi yang kuat.

1.2.3. Metode Pendidikan

Metode yang dipakai oleh Herbart adalah metode aplikatif. Dalam metode ini diadakan evaluasi atau tes dengan melihat fakta-fakta yang ada di dalamnya. Misalnya dalam rumus aritmatika, ditemukan suatu sistem sehingga anak akan berlatih dalam pengetahuannya. Akan tetapi, untuk mencapai aplikasi diperlukan langkah-langkah formal, yang oleh hukum Herbartian ditemukan lima langkah formal, yakni persiapan, presentasi, asosiasi, kondensasi dan aplikasi.

Adapun perincian langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: 1) ide atau informasi yang hendak diajarkan diperkenalkan kepada siswa haruslah dipersiapkan agar dapat dipahami secara jelas (persiapan); 2) ide yang diperkenalkan haruslah menarik dan dapat diikuti oleh para siswa (presentasi); 3) melalui perbandingan semua asosiasi harus dieliminasi agar ide-ide dapat diberikan secara penuh dalam suatu garis pemikiran (asosiasi); 4) ide-ide yang telah disatukan haruslah terfokus dalam satu urutan pemikiran (kondensasi) dan 5) untuk menguatkan ide-ide yang telah terikat para siswa harus dituntun menuju penerapan ide ke dalam situasi yang baru (aplikasi).

2. Komentar terhadap pemikiran Herbart tentang Pandidikan

Menurut Herbart setiap kurikulum itu harus terbuka dan menyatu dengan setiap subyek didik sehingga dapat membantu pembentukan kepribadiannya dari tidak beradab menuju kepada yang beradab (yang manusia menuju yang manusiawi). Karena itu pendidikan harus bertujuan untuk membangun setiap subyek didik dengan memperkenalkan kepada subyek didik ide-ide secara jelas, terseleksi, menarik dan sesuai kurikulum sehingga subyek didik dapat berkreasi atas dasar ide tersebut untuk menghasilkan ide baru dan diaplikasikan dalam kehidupannya. Konsekwensinya, ide-ide yang tidak menarik dan tidak sesuai dengan kurikulum haruslah dieliminasikan

Kami setuju dengan pendapat Herbart yang mengatakan bahwa ide yang ditanamkan ke dalam diri subyek didik harus menghasilkan buah. Artinya melalui penanaman ide-ide tersebut subyek didik dapat mengkritisi segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Kita dapat membandingkan dengan pendapat Aristoteles yang mengatakan bahwa keutamaan dalam diri manusia (ratio) itu tidak tinggal sebatas potensialitas belaka dalam diri subyek didik melainkan justru potensialitas itu dapat teraktualisasi dalam hidupnya. Jadi, ide yang diterima oleh subyek didik dapat dipakai sebagai aktivitas intelektual yang mengaktualisasikan seluruh potensialitas yang ada dalam dirinya. Herbart sendiri mengutamakan nilai kreatifitas ratio dari setiap subyek didik untuk mencegah ide-ide yang diperoleh dan mengaplikasikannya di dalam hidup setiap hari. Konsekwensinya pendidik tidak memonopoli seluruh proses pendidikan tetapi justru menciptakan iklim yang kondusif bagi setiap subyek didik untuk mengolah pengetahuan/ide yang telah diterima.

Oleh karena itu kita perlu memperlihatkan otonomi pribadi di sekolah-sekolah. Anak yang didik seharusnya dilatih untuk berpikir sendiri serta teliti tentang realitas kehidupannya, berani berbeda pendapat serta memberikan alasan yang tepat yang bisa dipertanggungjawabkannya. Setiap subyek didik perlu disadarkan akan hak dan tanggungjawab pribadinya sebagai menusia yang unik dan otonom dalam kebersamaan dengan yang lain. Dan terlebih, para pendidik patut belajar dari sejarah tentang sistem pendidikan yang serba seragam yang hanya menekankan hafalan terhadap seluruh isi buku tanpa memberi kesempatan kepada si subyek didik untuk mengemukakan pendapatnya. Seorang pendidik harus tahu bahwa ia seharusnya mengajar muridnya untuk berpikir, mengembangkan pikiriannya dan bukan sekedar mentransfer pengetahuan yang dimilikinya kepada subyek didik. Jadi pendidik yang diharapkan adalah pendidik mampu menghasilkan subyek didik yang tahu berpikir dan bertindak atas kemampuan yang ada di dalam dirinya dengan bantuan ide dari si pendidik itu sendiri, sehingga mampu menyikapi situasi yang ada dengan sikap kritis tanpa harus menerima perbuatan yang tidak baik.

Penutup

Manusia yang mengalami proses pendidikan adalah makhluk yang sekaligus individu dan sosial. Ia adalah individu yang otonom dalam kebersamaan dengan yang lain. Maka dari itu pendidikan mengemban tugas besar yakni, menuntun, membimbing dan menyadarkan manusia sebagai pribadi yang otonom dalam menentuikan diri sendiri serentak pula mengantar setiap individu menjadi makhluk sosial yang bisa hidup harmonis bersama orang lain.

Pendidikan sangat penting karena dapat mengantar setiap orang kepada pemahaman yang benar akan makna hidup. Karena itu misi pendidikan bersifat universal, tanpa dibatasi oleh perlbagai kepentin dan pribadi atau golongan. Pendidikan hadir untuk membentuk kepribadian manusia yang matang dan integral. Kepribadian yang matang berarti mampu menentukan diri sendiri secara bebas dan bertanggungjawab.**

DAFTAR PUSTAKA

Bertens, K. Ringkasan Sejarah Filsafat. Cet. Ke-15. Yogyakarta: Kanisius, 1998.

Boyd, William. The History of Western Education. London. J.W. Arrowsmith LTD. 1959.

Durkhaim, Emille. “Herbart, Johann Friederich” The Encyclopedia of Philosophy. Vol. 3 & 4 Edited by Paul Edwars. New York: Simon and Schuster Macmillan, 1996.

Durkhaim, Emille. Pendidikan Moral: Suatu Studi Teori dan Aplikasi Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Erlangga, 1990.

Vander, Weij. P. A. Filsuf-filsuf Besar tentang Manusia, diindonesiakan oleh K. Bertens. Yogyakarta: Kanisius 2000.

Albert Einstein


Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis". Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia. Pada tahun 1999, Einstein dinamakan "Orang Abad Ini" oleh majalah Time. Kepopulerannya juga membuat nama "Einstein" digunakan secara luas dalam iklan dan barang dagangan lain, dan akhirnya "Albert Einstein" didaftarkan sebagai merk dagang. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.
Biografi

1. Masa muda dan universitas

Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola. Pada umur lima, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya).

Di waktu kecilnya Albert Einstein nampak terbelakang karena kemampuan bicaranya amat terlambat. Wataknya pendiam dan suka bermain seorang diri. Bulan November 1981 lahir adik perempuannya yang diberi nama Maja. Sampai usia tujuh tahun Albert Einstein suka marah dan melempar barang, termasuk kepada adiknya.

Minat dan kecintaannya pada bidang ilmu fisika muncul pada usia lima tahun. Ketika sedang terbaring lemah karena sakit, ayahnya menghadiahinya sebuah kompas. Albert kecil terpesona oleh keajaiban kompas tersebut, sehingga ia membulatkan tekadnya untuk membuka tabir misteri yang menyelimuti keagungan dan kebesaran alam.

Meskipun pendiam dan tidak suka bermain dengan teman-temannya, Albert Einstein tetap mampu berprestasi di sekolahnya. Raportnya bagus dan ia menjadi juara kelas. Selain bersekolah dan menggeluti sains, kegiatan Albert hanyalah bermain musik dan berduet dengan ibunya memainkan karya-karya Mozart dan Bethoveen.

Albert menghabiskan masa kuliahnya di ETH (Eidgenoessische Technische Hochscule). Pada usia 21 tahun Albert dinyatakan lulus. Setelah lulus, Albert berusaha melamar pekerjaan sebagai asisten dosen, tetapi ditolak. Akhirnya Albert mendapat pekerjaan sementara sebagai guru di SMA. Kemudian dia mendapat pekerjaan di kantor paten di kota Bern. Selama masa itu Albert tetap mengembangkan ilmu fisikanya..

Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme. Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia. Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur;j dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.

Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Maric, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negar Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.

2. Kerja dan Gelar Doktor

Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss dalah tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengatahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka. Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan, adalah pendamping pribadi dan kepandaian; Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") dalam tahun 1905 dari Universitas Zürich.

Tahun 1905 adalah tahun penuh prestasi bagi Albert, karena pada tahun ini ia menghasilkan karya-karya yang cemerlang. Berikut adalah karya-karya tersebut:
Maret: paper tentang aplikasi ekipartisi pada peristiwa radiasi, tulisan ini merupakan pengantar hipotesa kuantum cahaya dengan berdasarkan pada statistik Boltzmann. Penjelasan efek fotolistrik pada paper inilah yang memberinya hadiah Nobel pada tahun 1922.
April : desertasi doktoralnya tentang penentuan baru ukuran-ukuran molekul. Einstein memperoleh gelar PhD-nya dari Universitas Z�rich.
Mei : papernya tentang gerak Brown.
Juni : Papernya yang tersohor, yaitu tentang teori relativitas khusus, dimuat Annalen der Physik dengan judul Zur Elektrodynamik bewegter K�rper (Elektrodinamika benda bergerak).
September : kelanjutan papernya bulan Juni yang sampai pada kesimpulan rumus termahsyurnya : E = mc2, yaitu bahwa massa sebuah benda (m) adalah ukuran kandungan energinya (E). c adalah laju cahaya di ruang hampa (c >> 300 ribu kilometer per detik). Massa memiliki kesetaraan dengan energi, sebuah fakta yang membuka peluang berkembangnya proyek tenaga nuklir di kemudian hari. Satu gram massa dengan demikian setara dengan energi yang dapat memasok kebutuhan listrik 3000 rumah (berdaya 900 watt) selama setahun penuh, suatu jumlah energi yang luar biasa besarnya

Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotoelektrik, dan relativitas spesial) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.

3. Gerakan Brownian

Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setlah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial. Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguan, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brownian.

Tahun 1909, Albert Einstein diangkat sebagai profesor di Universitas Zurich. Tahun 1915, ia menyelesaikan kedua teori relativitasnya. Penghargaan tertinggi atas kerja kerasnya sejak kecil terbayar dengan diraihnya Hadiah Nobel pada tahun 1921 di bidang ilmu fisika. Selain itu Albert juga mengembangkan teori kuantum dan teori medan menyatu.

Pada tahun 1933, Albert beserta keluarganya pindah ke Amerika Serikat karena khawatir kegiatan ilmiahnya - baik sebagai pengajar ataupun sebagai peneliti - terganggu. Tahun 1941, ia mengucapkan sumpah sebagai warga negara Amerika Serikat. Karena ketenaran dan ketulusannya dalam membantu orang lain yang kesulitan, Albert ditawari menjadi presiden Israel yang kedua. Namun jabatan ini ditolaknya karena ia merasa tidak mempunyai kompetensi di bidang itu. Akhirnya pada tanggal 18 April 1955, Albert Einstein meninggal dunia dengan meninggalkan karya besar yang telah mengubah sejarah dunia.

Meskipun demikian, Albert sempat menangis pilu dalam hati karena karya besarnya - teori relativitas umum dan khusus - digunakan sebagai inspirasi untuk membuat bom atom. Bom inilah yang dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II berlangsung.

Referensi :

http://id.wikipedia.org

http://stevyhanny.blogspot.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons