Minggu, 08 Mei 2011

Green School Movement

TUGAS
MATA KULIAH SEMINAR PENDIDIKAN IPS
Dosen : DR. Nana Supriatna, M.Ed


Green School Movement
( Program Sekolah Hijau )
( dikutip dari modul pelatihan Konsep Pengelolaan Lingkungan Sekolah )
Sugeng Paryadi






Oleh :
Nama : Iwan Wahyudi
NIM : 1004769
Kelas/ Semester : A ( reguler )/ II ( dua )
Prodi : Pendidikan IPS



PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG 2011



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Pembinaan kesadaran Lingkungan Hidup melalui kegiatan-kegiatan nyata yang dekat dengan kehidupan siswa sehari-hari, dapat membawa siswa lebih memahami dan dapat langsung mengaplikasikannya. Lingkungan sekolah merupakan lingkungan para siswa hidup sehari-hari. Didalamnya terdapat komponen-komponen Ekosistem dan Sosiosistem, jika lingkungan sekolah tersebut ditata sedemikian rupa maka akan dapat menjadi wahana pembentukan prilaku arif terhadap lingkungan.
Diskripsi judul Makalah “ Green School Movement” Pengelolaan Lingkungan Sekolah Sebagai Sarana Pembelajaran berisi :
a. Manusia dan lingkungan hidupnya
b. Lingkungan hidup sebagai suatu sistem
c. Siklus energi dan materi
d. Konsep green school
e. Pembelajaran lingkungan hidup secara terintegrasi
f. Pembelajaran tematik dengan tema lingkungan
g. Kegiatan ektrakurikuler yang berbasis lingkungan hidup
h. Pengelolaan lingkungan fisik
i. Pengelolaan lingkungan social

1.2 Lembar Informasi
a. Tujuan Pembelajaran umum
Memahami konsep penataan Lingkungan Sekolah dan mampu menerapkan dalam pengelolaan lingkungan sekolah, sehingga lingkungan sekolah dapat dijadikan sebagai sumber belajar.
b. Tujuan Pembelajaran Khusus
1. Memahami konsep Lingkungan Hidup
2. Memahami konsep green school
3. Memahami konsep pengelolaan sumberdaya
4. Memahami konsep pengelolaan limbah
5. Memahami konsep pembelajaran tematik


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Lingkungan Hidup
a. Manusia dan lingkungan Hidupnya
Manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa sebagai Kholifah di muka bumi ( Qur’an Albaqarah ayat 30 ), yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi. Kesadaran dan kepedulian manusia terhadap lingkungan tidak dapat tumbuh begitu saja secara alamiah, namun harus diupayakan pembentukannya secara terus menerus sejak usia dini, melalui kegiatan-kegiatan nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Untuk menanamkan kesadaran terhadap Lingkungan Hidup, langkah yang paling strategis adalah melalui pendidikan, baik pendidikan formal atau pendidikan non-formal.
Pendidikan merupakan salah satu amanah UUD 1945, bahwa Negara kesatuan RI didirikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kecerdasan diri akan memberdayakan manusia Indonesia untuk melaksanakan pembangunan bagi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan bersama dalam perubahan peradapan dan budaya yang selalu berlangsung. Pembangunan yang berhasil memerlukan kearifan dalam menetapkan arah, tujuan dan sasaran melalui berbagai sektor secara adil dan bijaksana agar tercapai peningkatan kualitas hidup bagi seluruh bangsa.
Manusia sangat bergantung pada lingkungan hidupnya, manusia akan musnah jika lingkungan hidupnya rusak. Lingkungan hidup yang rusak adalah lingkungan hidup yang tidak dapat lagi menjalankan fungsinya dalam mendukung kehidupan. Keinginan setiap manusia untuk meningkatkan kualitas hidup merupakan sesuatu yang tak dapat dihindari, namun tanpa disertai kearifan dalam proses pencapaiannya, justru kemerosotan kualitas hidup yang akan diperoleh. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia melakukan eksploitasi sumberdaya alam.
Seiring dengan perubahan peradaban, kebutuhan terus berkembang baik jenis maupun jumlahnya, sedangkan penyediaan sumberdaya alam terbatas. Eksploitasi yang berlebihan akan mengakibatkan merosotnya daya dukung alam. Disisi lain dalam proses penyediaan barang kebutuhan manusia juga akan dihasilkan limbah, limbah yang dihasilkan menjadi beban bagi lingkungan untuk mendegradasinya. Jumlah limbah yang semakin besar yang tidak terdegradasi akan menimbulkan masalah pencemaran.


Langkah efisiensi dan rehabilitasi dalam pengelolaan sumberdaya alam harus dilakukan agar peningkatan kualitas hidup dapat dicapai secara adil merata dan berkesinambungan.

b. Lingkungan hidup sebagai suatu sistem
Lingkungan hidup adalah sistem kehidupan yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda ( materi), daya ( energi), keadaan (tatanan alam) dan mahluk hidup, termasuk manusia dengan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Menurut difinisi di atas Lingkungan hidup merupakan suatu sistem sehingga tentu terdiri dari sub-sistem yang merupakan komponen penyusun sistem. Lingkungan hidup tersusun dari tiga komponen yakni Abiotik, Biotik dan Kultur. Ketiga komponen tersebut memiliki hubungan saling mempengaruhi dan saling kebergantungan antara satu dan lainnya. Hubungan timbal balik antar komponen lingkungan hidup akan menuju pada suatu keseimbangan. Perubahan yang terjadi pada salah satu sub sistem akan berpengaruh pada keseimbangan seluru sistem lingkungan hidup dan akan menuju pada keseimbangan yang baru.


Sebagai suatu sistem lingkungan hidup memiliki pengerak sistem yang berupa Siklus materi dan Siklus energi.

c. Siklus Materi dan Energi
Lingkungan hidup sebagai suatu sistem dilengkapi perangkat penggerak sistem, berupa siklus materi dan siklus energi . Siklus materi dan siklus energy berjalan seiring mengikuti alur rantai makanan, shingga kehidupan di muka bumi dapat berlangsung.
Siklus materi dan siklus energi dimulai dari proses fotosintesa yang terjadi pada tumbuhan berklorofil membentuk C6H12O6, merupakan senyawa organic pertama yang akan disintesa membentuk seluruh biomassa dimuka bumi. Melalui rantai makanan materi biomassa akan berpindah dari biota satu ke biota lainnya, dirombak dan disintesa kembali menjadi bentuk yang lain. Pada akhirnya jika biota mati, akan terjadi proses dekomposisi biomassa oleh biota dekomposer menjadi unsur hara yang siap diserap kembali oleh tumbuhan hijau untuk proses fotosintesa.
Kata energi berasal dari kata Yunani ” Ergenia” yang berarti daya. Energi tidak dapat dikreasi maupun dimusnahkan, melainkan dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Energi tidak tampak hanya dapat dilihat dari kinerjanya, tetapi jumlahnya dapat diukur. Sumber utama dari segala bentuk energi yang tersedia bagi manusia di bumi adalah matahari yang memasok bumi dengan energi cahaya. Energi cahaya yang dipancarkan matahari selanjutnya akan diubah menjadi energi biokimiawi melalui proses fotosintesa. Selanjutnya energi biomassa ini akan berubah kebentuk energi biomassa yang lain seiring dengan perubahan materi dalam rantai makanan. Perbedaan antara siklus materi dan siklus energi adalah, siklus materi merupakan siklus tertutup, sedangkan siklus energi tidak tertutup.


d. Keseimbangan Lingkungan
Lingkungan hidup merupakan suatu sistem yang yang tersusun dari subsistem abiotik, biotik dan kultur. Ketiga sub-sistem tersebut mempunyai hubungan saling keterkaitan dan saling ketergantungan. Oleh sebab itu Lingkungan Hidup akan mengikuti azas keseimbangan sistem sebagaimana sistem yang lain.
Semua sistem akan mencapai suatu keseimbangan, jika terjadi perubahan pada sub-sistem akan berpengaruh pada keseimbangan seluruh sistem dan akan menuju keseimbangan yang baru. Sebagai ilustrasi, ekosistem aquarium yang terdiri dari komponen air, batu, ikan dan tumbuhan air. Jika kita mengisi ikan terlalu banyak maka kualitas air akan cepat turun dan jenis ikan yang tidak dapat beradaptasi terhadap turunnya kualitas air akan mati, sehingga terjadi keseimbangan baru pada ekosistem aquarium.
Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, namun kemampuannya sangat terbatas. Adaptasi makhluk hidup terhadap perubahan lingkungan juga bisa terjadi melalui evolusi, bahkan secara keseluruhan suatu ekosistem dapat memulihkan kondisinya dari kerusakan melalui suksesi, namun kedua hal tersebut memerlukan waktu yang panjang.

2.2 Konsep Green School
a. Pengertian
Secara harfiah Green school berarti sekolah hijau, namun sebenarnya memiliki makna yang lebih luas dari arti harfiahnya. Green school bukan hanya tampilan fisik sekolah yang hijau/ rindang, tetapi ujud sekolah yang memiliki program dan aktivitas pendidikan mengarah kepada kesadaran dan kearifan terhadap lingkungan hidup. “Sekolah hijau” yaitu sekolah yang memiliki komitmen dan secara sistematis mengembangkan program-program untuk menginternalisasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh aktifitas sekolah.
Tampilan fisik sekolah ditata secara ekologis sehingga menjadi wahana pembelajaran bagi seluruh warga sekolah untuk bersikap arif dan berprilaku ramah lingkungan. Program pendidikan dikemas secara partisipatif penuh, percaya pada kekuatan kelompok, mengaktifkan dan menyeimbangkan Feeling, Acting, dan Thinking, sehingga tiap individu bisa merasakan nilai keagungan inisiasinya. Secara konsep kelompok didorong untuk mampu melahirkan visi bersama dengan memahami apa yang menjadi penting (Definisi), menemukan dan mengapresiasi apa yang telah ada dan tentunya itu terbaik (Discovery), menemukan apa yang semestinya ada (Dream), menstrukturkan apa yang ada (Design) dan merawatnya hingga menjadi ada (Destiny), sehingga hasilnya akan melampaui dari apa yang dinginkan dan sangat sinergi dengan konteks realitas yang ada dalam kehidupan sekolah.
Bahwa sebenarnya memahami makna Green school yang seharusnya adalah “berbuat untuk menciptakan kualitas lingkungan sekolah yang kondusif,ekologis, lestari secara nyata dan berkelanjutan, tentunya dengan cara-cara yang simpatik, kreatif, inovatif dengan menganut nilai-nilai dan kearifan budaya lokal “.

b. Program Green School
Program Green School ( Green School Movement ) harus disusun secara holistik dengan mengkaitkan keseluruhan program yang ada di sekolah serta mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat berpengaruh, baik factor pendukung atau faktor penghambatnya. Potensi internal sekolah yang berupa lahan, sumberdaya air, energi dan limbah serta potensi sekitar sekolah seperti tradisi masyarakat, kondisi bentang alam dan ekosistemnya akan menjadi objek-objek pengembangan dalam program Green School.
Program Green School dikembangkan melalui lima kegiatan utama meliputi :
1. Pengembangan kurikulum berwawasan lingkungan
2. Pengembangan pendidikan berbasis komunitas
3. Peningkatan kualitas kawasan sekolah dan lingkungan sekitarnya
4. Pengembangan sistem pendukung yang ramah lingkungan
5. Pengembangan manajemen sekolah berwawasan lingkungan
Program Green School merupakan bagian tak terpisahkan dari keseluruhan program pengembangan sekolah, oleh sebab itu program Green School akan terintegrasi ke dalam program pengembangan sekolah. Pengembangan kurikulum berwawasan lingkungan dan pendidikan berbasis komunitas terwadahi dalam program kurikuler dan ektra kurikuler. Sedangkan pengembangan kawasan sekolah dan pengembangan sistem pendukung yang ramah lingkungan termasuk dalam program pengelolaan lingkungan fisik/ fasilitas. Selanjutnya pengembangan lingkungan sosial/lingkungan kerja merupakan bagian dari pengembangan manajemen sekolah.

1). Kurikuler
Pembelajaran Lingkungan hidup ditempuh dengan strategi pembelajaran terintegrasi. Pembelajaran lingkungan hidup tidak dikemas dalam bentuk mata diklat ( mata pelajaran ), namun diintegrasikan ke seluruh mata diklat dalam struktur program kurikulum yang berlaku. Melalui strategi pembelajaran terintegrasi, diharapkan siswa memperoleh pengalaman langsung dan aplikatif dari konsep Lingkungan hidup. Selanjutnya diharapkan dapat menambah kekuatan pemahaman, ketrampilan dalam penerapan dan kepekaan analisis kemungkinan serta penemuan alternative pemecahan masalah. Cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi siswa.

2). Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstra kurikuler diarahkan kepada pembentukan sikap peduli terhadap pelestarian fungsi lingkungan, dengan menambah pengetahuan melalui ceramah lingkungan hidup, pembinaan sikap melalui kegiatan nyata “ Jelajah Lingkungan” dan pembinaan prestasi melalui Lomba Karya Lingkungan.


a) Ceramah Lingkungan Hidup
Ceramah Lingkungan Hidup merupakan salah satu pilihan kegiatan ekstra kurikuler, dimaksudkan untuk memberi pengetahuan dan wawasan kepada siswa tentang lingkungan hidup. Ruang lingkup materi dapat dipilih materi-materi yang sedang menjadi kasus hangat, misalnya masalah sampah, banjir, krisis energi, pembalakan hutan dsb. Materi dapat disampaikan oleh orang-orang yang kompeten, baik dari dalam maupun dari luar sekolah. Kegiatan ceramah lingkungan hidup dapat dilaksanakan pada waktu-waktu yang tepat dengan peringatan Lingkungan Hidup. Misalnya Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ( HCPSN ), Hari air, Hari bumi dsb.

b) Jelajah Lingkungan
Materi Jelajah dikemas dari komponen lingkungan hidup yang potensial timbul masalah atau kasus-kasus lingkungan yang sedang hangat di masyarakat. Sebagai contoh Jelajah Sampah, Jelajah Sungai, Jelajah Hutan, Jelajah Gunung, Jelajah Ngarai, Jelajah Tradisi, Jelajah Situs Budaya, Jelajah Pencemaran Air, Jelajah Polusi Udara dsb. Ruang lingkup materi meliputi, diskripsi objek jelajah, masalah-masalah lingkungan hidup yang timbul, pencegahan dan penanggulangannya, bentuk-bentuk pemberdayaan, serta cara meyikapinya.
Pelaksanaan jelajah dilakukan diluar ruangan dengan memanfaatkan Laboratorium Alam secara berkelompok. Kegiatan Jelajah lingkungan yang dikemas dalam paket extra kurikuler di sekolah merupakan bentuk kegiatan yang inovatif, produktif dan rekreatif, diharapkan dapat menjadi wahana pembinaan sikap peduli lingkungan dan dapat memberi tambahan ketrampilan-ketrampilan praktis yang bermanfaat, serta dapat menjadi wahana pembelajaran kecakapan hidup ( life skill Learning ). Kegiatan jelajah lingkungan dapat dikolaborasikan dengan tugas terstruktur matapelajaran-matapelajaran lain, seperti Biologi, fisika,kimia, bahasa Indonesia, IPS dan Agama.
Lokasi jelajah lingkungan disesuaikan dengan daya dukung dana serta kesiapan siswa dan guru pembimbing. Misalnya pelaksanaan “ Jelajah Sungai “, jika jaminan keselamatan terbatas bisa dilaksanakan pada sistem air mengalir yang lebih aman. Pada akhir kegiatan jelajah setiap kelompok akan mendiskusikan hasil pengamatan / wawancara, praktek dan simulasi, serta mengkomunikasikan kepada kelompok lain.

c) Lomba Karya Lingkungan
Kegiatan lomba karya lingkungan sebagai salah satu kegiatan ekstra kurikuler dimaksudkan untuk pembinaan prestasi di bidang Lingkungan Hidup bagi para siswa. Lomba karya lingkungan dapat berupa, lomba karya ilmiah dengan tema Lingkungan Hidup, lomba pengelolaan lingkungan antar Program Keahlian, lomba mengarang, lomba membuat poster, lomba perancangan dsb. Materi lomba dapat disesuaikan dengan Program Keahlian yang dimiliki oleh sekolah, issu lingkungan Hidup dan atau kondisi Lingkungan sekitar sekolah ( Regional ).
Pelaksanaan lomba dapat berkelompok atau perorangan disesuaikan dengan materi atau jenis lomba. Jenis lomba tertentu dapat dilaksanakan secara periodik tepat pada peringatan hari-hari besar tertentu.

3). Pengelolaan Lingkungan Sekolah
Perilaku peduli lingkungan merupakan hasil dari proses belajar dan pembiasaan secara terus menerus, yang dimulai dari usia dini. Pembelajaran Lingkungan Hidup di sekolah ditempuh dengan pelaksanan program kurikuler dan ekstra kurikuler. Upaya peningkatan efektivitas pembelajaran yang mengarah kepada pembentukan perilaku bagi siswa, ditempuh dengan pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan materi yang menyentuh kehidupan anak sehari-hari. Sedangkan lingkungan kehidupan sekolah harus dapat menjadi wahana pembiasaan berprilaku peduli lingkungan sehari-hari.
E.School/ green school merupakan ujud sekolah yang dikemas sedemikian rupa, sehingga seluruh aspek dari program sekolah diarahkan kepada pembelajaran dan pembiasaan peduli lingkungan. Komponen lingkungan yang menjadi objek pengelolaan meliputi lingkungan fisik dan lingkungan sosial.
a. Pengelolaan fisik meliputi pengelolaan lahan sekolah ( ploting lahan, upaya konservasi, kebersihan dan penghijauan), pengelolaan limbah ( aplikasi konsep penanganan sampah dan limbah cair), pengelolaan air, dan pengelolaan energi.
1) Areal lahan sekolah ditata secara holistik, bersih, hijau sehingga dapat menjadi laboratorium alam.
2) Pengelolaan air dan egergi diarahkan kepada pembiasaan hemat sumberdaya
3) Pengelolaan limbah/ sampah diarahkan kepada pembiasaan kaidah 4 R ( Reduse, Reuse, Recycle dan Recovery ) dan mengarah kepada zero waste
b. Pengelolaan Lingkungan sosial meliputi kekeluargaan, keagamaan, keamanan dan seni budaya. Tatanan kehidupan sosial disekolah dibentuk menjadi wahana pembiasaan prilaku-prilaku sosial yang positif bagi siswa, seperti disiplin, kerjasama, kepedulian, keberanian, kejujuran, menghargai orang lain dan sportivitas serta mengangkat kearifan budaya lokal.






BAB III
KESIMPULAN

Pertumbuhan penduduk dunia semakin meningkat dengan pesat. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dikembangkan teknologi guna meningkatkan produksi barang dan jasa. Hal ini menimbulkan ketimpangan terhadap nilai-nilai pola hidup yang semula selaras dengan lingkungan alam, menjadi pola hidup yang mengeksploitasi dan bersifat merusak lingkungan alam.
Langkah paling efektif untuk mengatasinya adalah dengan menimbulkan kesadaran sikap manusia akan permasalahan lingkungan hidupnya, sehingga tanpa pamrih apapun mereka akan berusaha mengatasi permasalahan tersebut. Bertolak dari kenyataan di atas, desiminasi pendidikan dan kajian lingkungan hidup sangat diperlukan. Upaya untuk memelihara lingkungan hidup merupakan satu sistem yang utuh, dengan pendekatan yang menekankan keterkaitan antara lingkungan fisik (natural environment) disatu sisi dengan lingkungan sosial, ekonomi, dan kebudayaan kemanusiaan (human environment) disisi yang lain.
Pendidikan lingkungan tidak akan merubah situasi dan kondisi lingkungan yang rusak menjadi baik dalam waktu yang singkat, melainkan membutuhkan waktu, proses, dan sumber daya. Atas dasar itulah pendidikan lingkungan sedini mungkin perlu diupayakan agar dapat meminimalisasi kerusakan-kerusakan lingkungan. Selain itu, untuk membantu mencukupi kebutuhan manusia dapat diterapkannya bioteknologi, yaitu cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup maupun produk dari makhluk hidup dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.


DAFTAR PUSTAKA


Anonim, 2008 Go Green School Competition http://www.kehati.or.id/ . 04 July 2008

Anonim, 2006 Pedoman Sekolah Berbudaya Lingkungan ( SBL ) Buku II. Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah Provensi Jawa Barat.

Anonim. 2007. Pendidikan Berbasis Lingkungan. Online. Tersedia : http://tabloid_info.sumenep.go.id

Anonim. 2009. Pendidikan Lingkungan Upaya Mengatasi Semakin Rapuhnya Sistem Lingkungan . Online. Tersedia : http://www.um.ac.id

Soerjani, M. 1997 Pembangunan dan Lingkungan. Meniti Gagasan dan Pelaksanaan Sustainable Development. IPPL, Jakarta

Pratomo, Suko. 2008. Pendidikan Lingkungan. Bandung : Sonagar Press

Purnami Lestari,2008 Green School Menjangkau Mimpi Mencetak Orang Hebat http://www.greenschool.org/ 6 April 2011

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons